Sabtu, 07 Juli 2012
Jumat, 22 Juni 2012
Penelitian KODIM "Sampah"
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
Membentuk Komunitas Peduli Lingkungan Hidup di Desa Jaring Halus
Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
Oleh:
Tim
Pengusul
Kelompok
Diskusi Mahasiswa (KODIM) Antropologi
Kamis, 21 Juni 2012
Menggalau Karena Pilihan
OLEH: DESY IRIANA
Satu, dua, tiga bahkan lebih banyak lagi pilihan yang sudah menunggu kehadiran kita. Bukan ingin menjadi pemilih, namun setiap dari kita pasti ingin melakukan dan mendapatkan sesuatu yang terbaik. Memang tidak semua orang akan memahami apa yang menjadi pilihan kita, tetapi beranilah untuk menghadapi konsekuensi dari apa yang kita pilih. Sudah fitrahnya semua manusia ingin menjadi sesuatu yang berharga dimata orang lain. Tapi ada sesuatu hal yang masih kurang dipahami oleh kita hari ini. Bahwa sebenarnya sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik untuk orang lain, begitu juga sebaliknya. Apa sih sebenarnya yang kita inginkan dari orang lain untuk kita! Apakah sebuah penghargaan saja, atau memang ada sesuatu yang lain.
Begitulah ketika,kita berjalan di jembatan ini, pilihan tak pernah usai sampai kita menemukan titik akhir dari jembatan ini. Rambu-rambu tetap berlaku pada pilihan kita. Pilihan tetap ada ditangan kita, tapi rambu-rambu menjadi pedoman dalam mengambil pilihan kita nanti. Dari pernyataan diatas, kita bisa merasakan kegalauan untuk mengambil pilihan nantinya.
Rabu, 30 Mei 2012
Jembatan tak bertepi
Hidup adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang. Kita ibarat sedang meniti di sebuah jembatan yang sangat panjang dan penuh dengan misteri. Kita tidak tahu sampai kapan kita harus terus menelusuri jembatan itu. Uhfff, sangat melelahkan. Sudah hampir 20 tahun saya terus menelusuri jembtan ini, dengan segala cerita yang tak pernah ada habisnya. Ntah butuh berapa waktu untuk menceritakannya, dan ntah berpa lembar halaman menuliskannyaakannya.
Jembatan tak bertepi, banyak kisah terjadi dipejalanannya, banyak hal yang ditemukan dalam pengembaraannya. Misteri yang tak akan terungkap jika aku berhenti berjalan dan tidak meneruskannya. Akan banyak hal yang aku sia-siakan.
Obat warisan keluarga "Tawar Karo"
Tawar Karo
OLEH: DESY IRIANA
OLEH: DESY IRIANA
Tawar
adalah sebuah ramuan
tradisional yang terbuat dari
rempah-rempah dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit dalam. Tawar sendiri
berasal dari bahasa Karo yang artinya adalah obat atau jamu. Kalau dahulu
sebelum kita dikenalkan dengan tekhnologi yang sudah serba canggih seperti saat
sekarang ini, banyak dari keluarga kita yang mengkonsumsi obat tradisional.
Obat-obatan yang terbuat dari bahan alami dan diolah dengan cara dan alat yang.
Tapi hari ini, sudah sangat jarang kita menemukan obat-obat yang seperti itu.
Dari kita kecil sudah diperkenalkan dengan obat yang sudah kompleks. Mulai dari
bentuk, warna, bau, fungsi cara dan alat pembuatannya. Dengan zaman yang sudah
modern, orang lebih percaya dengan resep yang diberukan oleh Dokter. Atau
mengkonsumsi ikut dari iklan yang ada di media, baik itu media cetak ataupun
elektronik.
Namun tetap masih ada juga orang yang setia mengkonsumsi
obat tradisional sampai sekarang. Mereka merasa cocok dan aman dalam
menggunakannya. Tidak ada efek samping yang berlebihan karena berasal dari
bahan yang alami. Begitu juga dengan pembuat obat tradisional ini. Mereka
bertahan sampai sekarang karena pelanggan yang setia dan percaya bahwa obat
yang mereka buat manjur dan cocok di hati pelanggannya. Inilah yang di rasakan
oleh nenek boru Karo yang sudah berusia
77 tahun. Ketertarikan
sang nenek
pada ramuan-ramuan tradisional menimbulkan keinginan untuk mempelajari ramuan
tawar dari sang mertua.
Setelah sang mertua meninggal ramuan ini
pun diteruskan
olehnya
sampai sekarang,
dan bahkan keahliannya sudah diwariskan kepada cucunya.
Usaha ramuan tawar ini sudah dijalankan selama lebih dari 50
tahun.
Langganan:
Komentar (Atom)

