Tawar Karo
OLEH: DESY IRIANA
OLEH: DESY IRIANA
Tawar
adalah sebuah ramuan
tradisional yang terbuat dari
rempah-rempah dan bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit dalam. Tawar sendiri
berasal dari bahasa Karo yang artinya adalah obat atau jamu. Kalau dahulu
sebelum kita dikenalkan dengan tekhnologi yang sudah serba canggih seperti saat
sekarang ini, banyak dari keluarga kita yang mengkonsumsi obat tradisional.
Obat-obatan yang terbuat dari bahan alami dan diolah dengan cara dan alat yang.
Tapi hari ini, sudah sangat jarang kita menemukan obat-obat yang seperti itu.
Dari kita kecil sudah diperkenalkan dengan obat yang sudah kompleks. Mulai dari
bentuk, warna, bau, fungsi cara dan alat pembuatannya. Dengan zaman yang sudah
modern, orang lebih percaya dengan resep yang diberukan oleh Dokter. Atau
mengkonsumsi ikut dari iklan yang ada di media, baik itu media cetak ataupun
elektronik.
Namun tetap masih ada juga orang yang setia mengkonsumsi
obat tradisional sampai sekarang. Mereka merasa cocok dan aman dalam
menggunakannya. Tidak ada efek samping yang berlebihan karena berasal dari
bahan yang alami. Begitu juga dengan pembuat obat tradisional ini. Mereka
bertahan sampai sekarang karena pelanggan yang setia dan percaya bahwa obat
yang mereka buat manjur dan cocok di hati pelanggannya. Inilah yang di rasakan
oleh nenek boru Karo yang sudah berusia
77 tahun. Ketertarikan
sang nenek
pada ramuan-ramuan tradisional menimbulkan keinginan untuk mempelajari ramuan
tawar dari sang mertua.
Setelah sang mertua meninggal ramuan ini
pun diteruskan
olehnya
sampai sekarang,
dan bahkan keahliannya sudah diwariskan kepada cucunya.
Usaha ramuan tawar ini sudah dijalankan selama lebih dari 50
tahun.
Ada
banyak macam tawar yang diketahui opung akan tetapi biasanya yang dibuat adalah
tawar sambar. Tawar ini terbuat dari rempah-rempah yang biasanya dibeli dari pasar atau mencari sendiri di hutan Namo
Keleng, namun
karena kini kondisi sang
nenek yang sudah
susah berjalan,
biasanya mereka membayar orang untuk mencarinya di hutan.
a.
b.
b.
a. Bahan-bahan untuk membuat ramuan khusus wanita, yaitu
;Bawang
putih, Bawang
merah, Jahe
merah, Kuning
pagit, Jingo bengle, Temu-temu, Kencur, Lengkuyan, Silimbut pinggan, Asam cengkala.
b. Bahan untuk laki-laki dan di tambah daun silimbut
pinggan.
Cara membuat
ramuannya adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan
bahan ramuan dengan mmbersihkan dan memcuci, setelah itu dibedakan untuk
laki-laki dan perempuan.
2. Bahan-bahan tersebut dibawa ke pasar untuk dihaluskan
menggunakan gilingan yang biasanya untuk menggiling daging.
3. Asam cengkala ditumbuk berbeda degan bahan yang lainnya.
Asam cengkala ditumbuk di lumpang hingga hancur. (a) asam cengkala, (b)
lumpang.
(a).
(b).
(b).
4. Asam yang sudah hancur diberi air hangat dan diperas.
Ampas dari asam tersebut dibuang, dan airnya dicampur dengan kedua ramuan yang
sudah digiling halus. Dalam pencampuran ini, air tidk boleh terlalu banyak dan
sedikit. Dapat terlihat kalau ramuan laki-laki lebih pekat, dan perempuan tidak
terlalu pekat. (a) perempuan, (b) laki-laki
(a).
(b).
(b).
5. Setelah dicampur, maka diberi garam secukupnya untuk
perasa dan diaduk rata.
Setelah ramuan ini
selesai, maka langkah terakhir hanya tinggal memasukkan ramuan kedalam botol
yang sudah disediakan, kemudian dipasarkan. Dari wadah yang kita lihat pada
gambar poin 4 di atas dapat dihasilkan 10 botol untuk
perempuan dan 15 botol untuk laki-laki.
Manfaat dari Tawar Karo untuk perempuan adalah menghilangkan
rasa nyeri yang berlebihan ketika menstruasi. Selain itu juga dapat
menghilangkan rasa pegal dan lelah dibadan. Juga menambah nafsu makan untuk
laki-laki dan perempuan. Khusus untuk perempuan tidak memakai
silimbut pinggan karena efeknya yang lebih panas dan bisa untuk menggugurkan. Manfaat untuk pria tidak jauh berbeda dengan perempuan,
bisa juga untuk penyakit batu ginjal.
Adanya perbedaan dalam bahan, maka menimbulkan perbedaan
pada rasa. Untuk laki-laki rasanya lebih pedas karena efek dari daun silimbut
pinggan. Sedangkan untuk perempuan rasanya lebih pahit. Bukan
hanya itu asam yang dipakai juga bukan bukan asam jawa atau asam yang lain
melainkan asam cengkala karena asam jawa lain bisa menimbulkan efek kepada
penderita mag.
Kalau untuk proses pemasarannya sendiri
biasa nya ramuan ini dijual di pajak pancur batu atau pembeli yang langsung
datang kerumah. Tak jarang pula ada pembeli dari luar kota yang berasal dari
Jakarta, Bandung dan dari kota lainnya datang langsung untuk membelinya. Biasanya Tawar Karo ini dijual per botol dengan harga 25 ribu.
Dalam penggunaanya, mungkin banyak yang tidak suka dengan
rasa dan bau yang cukup menyengat. Maka dari itu ada cara yang lebih baik tanpa
harus menghilangkan khasiatnya. Hampir sama dengan ramuan jamu lainnya, kita
mengambil sedikit ramuannya dengan ukuran sebesar biji jagung dan memasukkannya
ke dalam teh ataupun sup. Pemakaian dapat dilakukan 2 kali dalam 1 hari.
trims. saya copas ya...
BalasHapusapakah ramuan tawar ini bisa menyembuhkan penyakit nyeri didada pd tulang rusuk..?
BalasHapus