Rabu, 25 Maret 2015

serpihan mozaik di peralihan musim



Rintik-rintik air menemaniku siang ini. Di hamparan taman bertebaran rumput kecoklatan karena terkena sengatan panas matahari di iklim kemarau ini. Jika rumput-rumput itu bisa berbicara maka mereka pasti akan merintih dan memanggil air, air, air. Pohon-pohon yang cukup rindangpun tak lagi mampu melindungi rumput-rumput di bawahnya, karena dahan-dahan mereka yang layu diselimuti abu yang bertebaran bebas.  Daun-daun kering yang jatuh berguguran ke tanah, seperti tersamarkan dengan coklatnya warna rumput dan tanah.

Selasa, 24 Maret 2015

Kita & Benda-benda itu

Udara panas siang hari ini, membawa rasa malasku ketingkat level yang lebih tinggi. Namun rasa rinduku mengalahkan segalanya. Tawa canda lima tahun lalu di sebuah ruang kelas dengan seragam abu-abu itu,memberiku semangat untuk melangkahkan kaki menemui mereka.
Gigi yang baru kembali dari Jogja setelah menyelesaikan kuliahnya, Tria yang bekerja di Batam dan hanya memiliki waktu singkat untuk kembali karena masalah pekerjaannya, dan greisy yang selalu pergi berpetualang tanpa kabar dan hanya sosmed yang menjadi juru bicaranya, sementara aku masih setia disini sambil melanjutkan kuliah. Dalam jangka waktu lima tahun ini, hari ini perdana bagi kami berkumpul kembali dan beratap wajah langsung.