Rabu, 25 Maret 2015

serpihan mozaik di peralihan musim



Rintik-rintik air menemaniku siang ini. Di hamparan taman bertebaran rumput kecoklatan karena terkena sengatan panas matahari di iklim kemarau ini. Jika rumput-rumput itu bisa berbicara maka mereka pasti akan merintih dan memanggil air, air, air. Pohon-pohon yang cukup rindangpun tak lagi mampu melindungi rumput-rumput di bawahnya, karena dahan-dahan mereka yang layu diselimuti abu yang bertebaran bebas.  Daun-daun kering yang jatuh berguguran ke tanah, seperti tersamarkan dengan coklatnya warna rumput dan tanah.

Sayup-sayup terdengar rintihan seekor  kucing dari kejauhan, seakan memohon kepada seseorang untuk memberinya sesuatu yang dapat dimakan agar dapat bertahan hidup sampai esok. Angin ini, membawa sedikit kenyamanan bagiku di tengah rasa gelisah dan kecemasan karena tugas yang belum terselesaikan. Tetapi tidak ada yang bisa aku perbuat. Hanya bisa menuggu, menunggu dan menunggu. Mendesak mereka untuk segera menyelesaikan surat perizinan itu hanya memperkeruh hubungan baik yang sudah terjalin.
Bangku-bangku taman yang di cat seperti warna langit ini mulai pudar karena abu yang menempel seperti parasit. Dari semua hal, ada satu yang menarik perhatianku dan membuatku tersenyum. Halte yang berada dipinggir jalan itu. Tidak ada yang istimewa dengan haltenya, namun orang yang berada di halte tersebut yang menarik perhatianku. Dengan baju hany menutupi bagian inti dengan kulit gelap, kusam serta rambut gimbal alaminya dengan usilnya bercengkrama dengan ilusinya. Seperti mengambil sesuatu barang, meletakkannya, merapikannya, memberikannya kepada orang lain, membuangnya dan kemudian tersenyum pada orang yang melewatinya. Ntah apa yang dipikirkannya, tetapi dia hanyalah seorang manusia yang membutuhkan perawatan khusus dan sepertinya alam langsunglah yang menjadi perawatnya.
Hhhmmmmmh, menarik nafas panjang dan yaaaaa, aku suka udara ini. Sepertinya hujan yang cukup deras batu saja turun di sebuah tempat yang tidak jauh dari tempatku berada. Udara setelah hujan dan saat pagi hari memang menjadi sesuatu yang special bagiku. Suara gemuruh terdengar dari kejauhan, dibawa oleh angin mengalahkan suara mesin-mesin kendaraan yang melintas di depanku. Dari tempat arah yang berlawanan, terdengar panggilan dari menara sebuah bangunan istimewa membuat terenyuh dan mulai mempersiapkan diri menuju-Nya.  Dengan begitu kenikmatan sampai hari ini, membuatku selalu bersyukur apapun yang terjadi dalam hidup ini. Sepenggal mozaik kecil hidup ku di hari Rabu, 25 Maret 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar