Rintik-rintik
air menemaniku siang ini. Di hamparan taman bertebaran rumput kecoklatan karena
terkena sengatan panas matahari di iklim kemarau ini. Jika rumput-rumput itu
bisa berbicara maka mereka pasti akan merintih dan memanggil air, air, air.
Pohon-pohon yang cukup rindangpun tak lagi mampu melindungi rumput-rumput di
bawahnya, karena dahan-dahan mereka yang layu diselimuti abu yang bertebaran
bebas. Daun-daun kering yang jatuh
berguguran ke tanah, seperti tersamarkan dengan coklatnya warna rumput dan tanah.
Sayup-sayup
terdengar rintihan seekor kucing dari
kejauhan, seakan memohon kepada seseorang untuk memberinya sesuatu yang dapat
dimakan agar dapat bertahan hidup sampai esok. Angin ini, membawa sedikit
kenyamanan bagiku di tengah rasa gelisah dan kecemasan karena tugas yang belum
terselesaikan. Tetapi tidak ada yang bisa aku perbuat. Hanya bisa menuggu,
menunggu dan menunggu. Mendesak mereka untuk segera menyelesaikan surat
perizinan itu hanya memperkeruh hubungan baik yang sudah terjalin.
Bangku-bangku
taman yang di cat seperti warna langit ini mulai pudar karena abu yang menempel
seperti parasit. Dari semua hal, ada satu yang menarik perhatianku dan
membuatku tersenyum. Halte yang berada dipinggir jalan itu. Tidak ada yang
istimewa dengan haltenya, namun orang yang berada di halte tersebut yang
menarik perhatianku. Dengan baju hany menutupi bagian inti dengan kulit gelap,
kusam serta rambut gimbal alaminya dengan usilnya bercengkrama dengan ilusinya.
Seperti mengambil sesuatu barang, meletakkannya, merapikannya, memberikannya
kepada orang lain, membuangnya dan kemudian tersenyum pada orang yang
melewatinya. Ntah apa yang dipikirkannya, tetapi dia hanyalah seorang manusia
yang membutuhkan perawatan khusus dan sepertinya alam langsunglah yang menjadi
perawatnya.
Hhhmmmmmh,
menarik nafas panjang dan yaaaaa, aku suka udara ini. Sepertinya hujan yang
cukup deras batu saja turun di sebuah tempat yang tidak jauh dari tempatku
berada. Udara setelah hujan dan saat pagi hari memang menjadi sesuatu yang
special bagiku. Suara gemuruh terdengar dari kejauhan, dibawa oleh angin
mengalahkan suara mesin-mesin kendaraan yang melintas di depanku. Dari tempat
arah yang berlawanan, terdengar panggilan dari menara sebuah bangunan istimewa
membuat terenyuh dan mulai mempersiapkan diri menuju-Nya. Dengan begitu kenikmatan sampai hari ini,
membuatku selalu bersyukur apapun yang terjadi dalam hidup ini. Sepenggal
mozaik kecil hidup ku di hari Rabu, 25 Maret 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar