Selasa, 22 Desember 2015

Malaikat Hidupku

Tetesan air itu membangunkanku dari mimpi indah yang begitu singkat terasa. Sesosok manusia berjubah putih sudah berdiri dengan secangkir air putih yg tadi mendarat di wajahku. Oh, ibuku ternyata! Hampir saja aku berfikir malaikat izrail akan mencabut nyawaku. Ternyata seorang malaikat pelindung hidupku yg membangunkanku krn fajar akan segera hadir utk mmberi kehangatan di muka bumi ini.

Alunan nada yg naik turun seakan memanaskan hati yang masih membeku di pagi itu. "Sholat mbak! Keburu habis waktunya, sudah besar kok harus d suruh2 lagi. Sudah waktunya sadar sendiri, kan sudah nanggung dosa sendiri". Alarm yg selalu ku dengar di pagi hari, dan dengan langkah kaki yg masi terasa berat berjalan mengikuti arahan alarm tersebut.
Aku membayangkan kerjaan yang menumpuk sebelum pergi ke sekolah setiap paginya. Tapi malaikat ini yang selalu membantuku. Saat aku mencucu pakaian yg begitu banyak, malaikat ini yg tersenyum dan menghilangkan lelahnya. Malaikat ini juga yg membantu menjemurkannya.
Ingat beberapa bulan terakhir itu, malaikat ini pergi pagi2 buta dengan keranjang besar di belakang sepeda motory menuju pasar pagi. Walaupun kini aktifitas itu sudah tidak dilakukan lagi, tetapi aku senang. Karena setiap pagi aku beraktifitas dengan senyum dan nada nadanya.
Mulai dari seragam bunga-bunga, putih merah, putih biru, sampai putih abu-abu aku bersamanya setiap pagi.
Namun sekarang, aku berpakaian bebas. Tapi aku tidak merasa bebas! Aku nerindukan tatapan malaikat itu setiap pagi, aku merindukan caranya membangunka ku sengan air wudhunya, aku juga merindukan ketika malaikat ini mengalunkan nada nada indahnya.
Malaikat canti yg paling nyata selama aku hidup, yang memberikan cinta dan kasih sayang tak terbatas dan tak meminta balas, semua tercurah ikhlas dari dirinya. Malaikat yg sudah banyak mencucurkan air mata, darah dan keringat utk kita. Aku rindu kecupan itu, kecupan manis yg tidak pernah hilang ketika aku akan melangkah pergi meninggalkan rumah.
Terimakasih bunda, malaikat hidupku! Maafkan anakmu yg telah banyak membuatmu khawatir dan mengecewakanmu. TTerimkasih untuk segalanya! Maaf karena pernah mencoreng kepercayaan yang kau berikan. Maaf karena pernah membuatmu menjatuhkan air mata karena kelakuanku. Cintaku tak kan pernah hilang untukmu bunda, akan selalu bertambah! Dan akan kulakukan untuk keturunanku nantinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar