Waktu itu penuh dengan kerahasiaan yang tak bisa diprediksi. Seperti hati manusia yang tidak bisa diukur kedalamannya. Mozaik hidup bertebar di segala penjuru angin dengan keindahan gaya nya tersendiri. Kata menyimpan beribu makna dari setiap penuturnya. Kita sang pengembala waktu yang bersiap untuk menyisir cerita dan kisah dari segala arah.
Logika berperang dengan hati nurani yang tak mau mengalah pada setiap kisah. Terlalu lemah kaki berpijak pada hamparan bumi yang begitu luas. Kekokohannya masi tergoyahkan oleh iming-iming hawa nafsu yang begitu menggiurkan. Cinta yang diagungkan oleh sipengembala begitu mempesona hadir di relung jiwa. Kasian waktu yang terabaikan. Kasian logika, yang tak begitu diartikan. Kasihan hati nurani yang terlalu dirasakan. Hingga si pengembala kini terlalu mengangungkan cinta dan melupakan hakekat yang harus dituju nya. Terlena oleh cinta, terperdaya oleh nafsu. Sedangkan Waktu tak memperdulikan si pengembala. Ia terus berjalan dengan angkuhnya tanpa memperdulikan apapun yang terjadi. logika nan nuraninya terus beradu tak kenal lelah hingga membentuk jiwa yang penuh dengan keegoisan. Tapi tak btuh waktu yang panjang bagi jiwa si para pengembala untuk terseok. Tak butuh waktu yang panjang bagi si pengembala untuk terhuyun ke dalam penyesalan. Karena waktu tidak bisa diiming-imingi apapun agar ia bisa kembali dan berpijak pada keegoisannya lebih lama lagi. Waktu akan dengan cepat dan mudah mematahkan segalanya. Tik tok tik tok tik tok
Logika berperang dengan hati nurani yang tak mau mengalah pada setiap kisah. Terlalu lemah kaki berpijak pada hamparan bumi yang begitu luas. Kekokohannya masi tergoyahkan oleh iming-iming hawa nafsu yang begitu menggiurkan. Cinta yang diagungkan oleh sipengembala begitu mempesona hadir di relung jiwa. Kasian waktu yang terabaikan. Kasian logika, yang tak begitu diartikan. Kasihan hati nurani yang terlalu dirasakan. Hingga si pengembala kini terlalu mengangungkan cinta dan melupakan hakekat yang harus dituju nya. Terlena oleh cinta, terperdaya oleh nafsu. Sedangkan Waktu tak memperdulikan si pengembala. Ia terus berjalan dengan angkuhnya tanpa memperdulikan apapun yang terjadi. logika nan nuraninya terus beradu tak kenal lelah hingga membentuk jiwa yang penuh dengan keegoisan. Tapi tak btuh waktu yang panjang bagi jiwa si para pengembala untuk terseok. Tak butuh waktu yang panjang bagi si pengembala untuk terhuyun ke dalam penyesalan. Karena waktu tidak bisa diiming-imingi apapun agar ia bisa kembali dan berpijak pada keegoisannya lebih lama lagi. Waktu akan dengan cepat dan mudah mematahkan segalanya. Tik tok tik tok tik tok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar