Waktu itu penuh dengan kerahasiaan yang tak bisa diprediksi. Seperti hati manusia yang tidak bisa diukur kedalamannya. Mozaik hidup bertebar di segala penjuru angin dengan keindahan gaya nya tersendiri. Kata menyimpan beribu makna dari setiap penuturnya. Kita sang pengembala waktu yang bersiap untuk menyisir cerita dan kisah dari segala arah.
jembatan tak bertepi
Minggu, 16 April 2017
Sabtu, 27 Agustus 2016
Ketika Hati Membatu
Hati yang begitu memiliki banyak ungkapan dari berbagai perasangka manusia. Sungguh indah ketika prasangka tersebut merangkai kata indah hingga menimbulkan gambaran yang positif, hangat dan menyejukkan yang mendengar. Namun ironis ketika hati diungkapkan dengan kata yang membuat hati tersebut terancam menjadi bagian dari seseorang yang ingin disingkirkan. Kerentanan sebuah bagian tubuh yang nyata namun menjadi abstrak ini harus melebur mwnjadi bagian dari ungkapan yang sembarang bagi kita untuk berucap
Selasa, 22 Desember 2015
Kenangan Masa Kecil 1
Tak seperti biasanya, malam ini komposisi rekan berkumpul semakin berkurang! Pergerakan waktu yang perlahan tapi pasti menujnukkan kekuatannya. Kami tetap berkumpul dan terus mempelajari waktu yang tertinggal. Iya, kenangan!
Malaikat Hidupku
Tetesan air itu membangunkanku dari mimpi indah yang begitu singkat terasa. Sesosok manusia berjubah putih sudah berdiri dengan secangkir air putih yg tadi mendarat di wajahku. Oh, ibuku ternyata! Hampir saja aku berfikir malaikat izrail akan mencabut nyawaku. Ternyata seorang malaikat pelindung hidupku yg membangunkanku krn fajar akan segera hadir utk mmberi kehangatan di muka bumi ini.
Minggu, 20 Desember 2015
Rinduku
Suara adzan menyadarkan ku dari lamunan singkat yg terjadi. Fikiran yang terbang melayang ntah keman meninggalkan jasad nya dengan khayalan yang berandai andai. Aku harus
Rabu, 25 Maret 2015
serpihan mozaik di peralihan musim
Rintik-rintik
air menemaniku siang ini. Di hamparan taman bertebaran rumput kecoklatan karena
terkena sengatan panas matahari di iklim kemarau ini. Jika rumput-rumput itu
bisa berbicara maka mereka pasti akan merintih dan memanggil air, air, air.
Pohon-pohon yang cukup rindangpun tak lagi mampu melindungi rumput-rumput di
bawahnya, karena dahan-dahan mereka yang layu diselimuti abu yang bertebaran
bebas. Daun-daun kering yang jatuh
berguguran ke tanah, seperti tersamarkan dengan coklatnya warna rumput dan tanah.
Selasa, 24 Maret 2015
Kita & Benda-benda itu
Udara panas siang hari ini, membawa rasa malasku ketingkat level yang lebih tinggi. Namun rasa rinduku mengalahkan segalanya. Tawa canda lima tahun lalu di sebuah ruang kelas dengan seragam abu-abu itu,memberiku semangat untuk melangkahkan kaki menemui mereka.
Gigi yang baru kembali dari Jogja setelah menyelesaikan kuliahnya, Tria yang bekerja di Batam dan hanya memiliki waktu singkat untuk kembali karena masalah pekerjaannya, dan greisy yang selalu pergi berpetualang tanpa kabar dan hanya sosmed yang menjadi juru bicaranya, sementara aku masih setia disini sambil melanjutkan kuliah. Dalam jangka waktu lima tahun ini, hari ini perdana bagi kami berkumpul kembali dan beratap wajah langsung.
Gigi yang baru kembali dari Jogja setelah menyelesaikan kuliahnya, Tria yang bekerja di Batam dan hanya memiliki waktu singkat untuk kembali karena masalah pekerjaannya, dan greisy yang selalu pergi berpetualang tanpa kabar dan hanya sosmed yang menjadi juru bicaranya, sementara aku masih setia disini sambil melanjutkan kuliah. Dalam jangka waktu lima tahun ini, hari ini perdana bagi kami berkumpul kembali dan beratap wajah langsung.
Langganan:
Komentar (Atom)